Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

https://lazismu.org/hitung_zakat

Aisyiyah Lhokseumawe Resmikan Kedai Bisnis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Dr Muhadjir Effendy M.Ap, Sabtu (14/1) mengisi seminar pendidikan sebagai keynote ...

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Dr Muhadjir Effendy M.Ap, Sabtu (14/1) mengisi seminar pendidikan sebagai keynote speaker, di kampus Universitas Muhammadiyah (Unmuha), Banda Aceh. Kegiatan itu bersamaan dengan peresmian Gedung Unmuha Covention Center (UCC) Ahmad Dahlan, yang berada dalam kompleks kampus tersebut.
Mendikbud, Muhadjir Effendy kemarin memberikan seminar dengan tema “Tantangan Pendidikan Aceh Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean”, yang dilaksanakan dalam rangka milad ke-104 Muhammadiyah. Selain itu juga hadir Ketua Muhammadiyah Pusat, Dr KH Haedar Nashir.
Muhadjir Effendy menyampaikan, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi sosial di Indonesia yang sangat kuat perannya dalam mengelola pendidikan. Sehingga keterlibatan Muhammadiyah dalam pendidikan Indonesia sangatlah penting.
“Sehingga saya berharap Muhammadiyah dapat menjadi bagian dari gerakan perubahan, yaitu reformasi untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain, termasuk membangun mentalitas seperti sikap dan pengelolaan sekolah,” ujar Muhadjir.
Menurutnya, Muhammadiyah saat ini sudah menyediakan pendidikan dalam semua jenjang, mulai TK/PAUD hingga perguruan tinggi, bahkan perguruan tinggi milik Muhammadiyah lebih banyak dibanding dengan milik pemerintah.
Ia menambahkan, dalam menjalankan pendidikan di Indonesia, serta menghadapi tuntutan kondisi saat ini maka dibutuhkan empat kempotensi yang harus diterapkan ke peserta didik, yaitu kemampuan berpikir kritis, mengedepan kemampuan berkolaborasi ketimbangan berkompetensi, keterampilan komunikasi, dan terakhir membangun jaringan.
“Keempat itu yang sangat penting diterapkan kepada peserta didik, sehingga akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM), anak Indonesia harus menjadi pemecah masalah bukan pembuat masalah,” ujarnya.
Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Pusat, Dr KH Haedar Nashir menyampaikan mengenai karakter Islam, disebutkan Muhammadiyah dalam mengamalkan agama Islam memiliki empat dimensi, yaitu Akidah, Ibadah, Akhlak, dan muamalah duniawiyah. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian UCC Ahmad Dahlan. (sp/tb)
Kedai Bisnis Aisyiyah Lhokeumawe
Hampir bersamaan dengan peresmian Convention Center UNMUHA, Aisyiyah Lhokseumawe juga tak kalah gesit. Hari ini (Ahad 15/1), PDM dan PDA Lhokseumawe meresmikanberdirinya Kedai Aisyiyah.
Kedai ini menjadi amal usaha ekonomi  Ibu-Ibu Aisyiyah Lhokseumawe. Berbagai barang kebutuhan seperti sembako, seragam Muhammadiyah dan ortom,kebutuhan sehari-hari hingga aneka kue dan jananan ringan tersedia di Kedai Aisyiyah Lhokseumawe.
Diharapkan pusat bisnis kedai aisyiyah ini kedepan akan terus berkembang menjadi minimarket Islami serta mampu menjadi penopang roda gerak organisasi perempuan muslim berkemajuan. (sp/ja/sangpencerah.id)

Iklan Halaman Depan

https://lazismu.org/hitung_zakat